Intermezo

Tak ada salahnya punya mimpi yang tertunda. Selama mimpi itu terus bersemayam dalam kalbu, ia tak akan terusir dengan mudahnya dari ingatan. Meskipun ada saat-saat sekejap ketika melihat atau membaca yang berhubungan dengan mimpi itu agak sedikit ‘ngiri’ dan bilang dalam hati ‘seharusnya gue disana’. Sepertinya kita akan bertemu dilain waktu. Meski hanya sekadar berkunjung ke teman-teman yang sempat dikenal.

Sekarang, saya mah berbenah diri dulu. Siapin amunisi terbaik. Buat melamar kamu. Iya kamu University of Oxford hahaha

 

Instagram Itu…

instagram

Instagram, sosial media yang dibeli facebook seharga $1 miliyar ini melahirkan dampak sosial yang cukup melekat dikalangan generasi millenials Indonesia kini. Semua berbondong-bondong memperlihatkan sesuatu tentang dirinya kepada oang lain secara cuma-cuma. Dahulu friendster, mig33, facebook, twitter, dan kini instagram. Perkembangan metode pendekatan kepada pengguna / user sudah bervariasi dan termudahlah yang akan memenangkan persaingan ini.

Setidaknya ada beberapa hal kenapa orang Indonesia suka banget berbagi photo di Instagram, by the way ini menurut saya ya, kalau ada sudut pandang lain silahkan tulis di komen.

  1. Instagram itu visual. Fungsi utama instagram adalah berbagi foto atau video, dan dia tau banget kalau orang Indonesia itu jarang yang suka baca-baca, paling sukanya baca status facebook atau bbm aja hehe. Melalui gambar dan video followers tanpa harus berpikir panjang untuk mencerna maksud tulisan, ia akan mengerti dengan sendirinya sesuai daya tangkapnya. Meskipun visual itu bagus, terkadang maksud orang yang posting tidak selaras dengan orang yang melihat postingannya.
  2. Instagram itu Microblogging. Selain berbagi foto dan video, kita juga bisa menyisipkan informasi sedikit atau caption tentang gambar yang kita posting. Kalau ga perlu caption juga bisa, tapi kebanyakan orang Indonesia yang tidak ada caption, mereka tetap menyertakan ‘sedikit’ caption, yaitu #nocaption *mikir
  3. Instagram itu Social. Ngak bisa dipungkiri, instagram memungkinkan semua orang dalam lingkaran following/followers bisa saling berkomunikasi melalui fitur like atau komentar.
  4. Instagram itu Personal. Setiap akun IG menggambarkan aktivitas seseorang, apakah ia photographer, footballer, artist, writer, atau lainnya. IG pun menawarkan sentuhan personal tanpa penghalang (kecuali akunnya di kelola oleh tim) bagi para followers ke akun yang di ikutinya. Kita bisa tau keseharian sang idola apa saja melalui akun IGnya.
  5. Instagram itu gratis. Namanya juga orang Indonesia termasuk saya, yang namanya gratis ngak usah pake mikir tapi langsung eksekusi. Tapi kalau instagram berubah jadi berbayar, apakah orang Indonesia masih setia pada sosial media visual ini?

Dari ke lima faktor tersebut, sebenarnya ada satu faktor kenapa kita orang Indonesia suka banget sama instagram. Yap, kita tuh suka pamer dan jarang punya kesibukan. Coba saja deh kita perhatiin, sebagian besar akun instagram yang kita follow isinya ‘pamer’ akan keberhasilan, aktivitas, barang, dan lainnya. Mungkin niatnya sih bukan pamer hanya saja cara penyampaiannya yang hiperbola. Kedua, generasi millenials kebanyakan jarang punya kesibukan. Sebagai generasi pelurus bangsa, seharusnya kita gunakan waktu semasa muda dengan bijak. Nah ini kesibukannya melihat instagram stories. Yang share storiesnya juga terkadang tidak mengukur diri, artiskah ia sampai harus live stories ketika makan siang atau nyisir rambut? hehe *peace

Dibalik semua itu, ada satu hal yang selalu jadi ciri khas orang Indonesia, yaitu senang berbagi. Berbagi kebahagian dan kesedihan. Saya salut dengan generasi sosial media kini yang melalui jepretan postingan, ia bisa merubah pola pikir pembacanya.

 

Pencarian Itu Selesai

Setelah memutuskan untuk menunda kuliah Master di Rusia akhirnya saya memulai profesi baru, yaitu Job Seeker. Ngak mudah menjalani profesi itu, butuh mental dan fisik yang kuat (duilehh). Menurut BPS Febuari 2017, sekitar 7 juta orang menganggur  di Indonesia kini. Mungkin saya salah satu dari angka itu walaupun ngak merasa di survey oleh BPS haha.

Berbeda sekali rasanya ketika saya memegang Ijazah SMK dan melamar kerja, ketika itu satu kali lamar dan langsung diterima. Namun, ketika Ijazah Sarjana keadaan berbalik. Rasanya sulit sekali mendapatkan pekerjaan yang saya inginkan.

Berbagai macam bentuk penolakan saya sudah terima, bermacam tes saya jalani, sampai akhirnya saya diterima di perusahaan Jepang sebagai Software Engineer. Jadi, bagaimana saya menjalani proses berliku tersebut?

Read More »

7 Cara untuk Melihat Traffic Sebuah Website

Mengunjungi sebuah website tentunya sudah hal yang lumrah kita lakukan. Setiap kali kita terkoneksi ke internet, setiap kali itu juga kita mengunjungi website. Berdasarkan Internet Live Stats, lebih dari 1 milyar website online tiap harinya dan terus bertambah. Dan kita adalah salah satu pengunjung website tersebut, salah satunya kamu yang sedang membaca tulisan ini.

Ketika saya mengunjungi suatu website untuk pertama kalinya, saya melihat sesuatu yang lain. Tidak membutuhkan waktu lama saya berpikir tentang seberapa banyak website ini dikunjungi oleh orang lain juga? . Hal ini bisa menjadi nilai tambah yang mungkin akan memutuskan apakah saya akan langganan berkunjung ke website ini atau ngak. Selain itu, mengetahui jumlah traffic atau pengunjung juga bisa membantu saya dalam memvalidasi konten yang disajikan oleh website tersebut.

Memang sih tidak banyak pengunjung website yang aware terhadap salah satu aspek keberhasilan website go online ini, akan tetapi ini sangat berguna bagi kamu yang bergelut dibidang Search Engine Marketing (SEM) atau Search Engine Optimization (SEO). Berikut ini adalah 7 tools yang saya lakukan untuk mengetahui atau analisa traffic website.

  1. Alexa Ranking

Alexa ranking memang bukanlah metode umum untuk melihat jumlah traffic, Alexa lebih dikenal sebagai pemeringkat website. Inilah yang saya lihat ketika mengunjungi suatu website. Alexa melacak stats setiap orang yang menginstall Alexa toolbar di browser mereka, walaupun hanya 1% pengguna internet

alexa ranking

Read More »

Question & Answer Kuliah di Rusia

Tanpa bermaksud melangkahi Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (PERMIRA), dikarenakan ada beberapa calon mahasiswa yang akan berangkat ke Rusia tahun ini dan bertanya secara pribadi. Oleh karena itu, tulisan ini dimuat. Semoga pertanyaan atau keraguan yang masih ada dapat terjawab dan semakin memantapkan niat untuk melangkah ke Negeri Beruang Merah.

Pertanyaan-pertanyaan ini ditanyakan oleh teman-teman yang lolos seleksi Beasiswa Rusia tahun ini. Perlu diketahui sebelum Q&A ini, kebijakan pendidikan di Rusia berbeda-beda tergantung universitas. Jadi jangan kaget kalau antar universitas dalam satu kota memiliki kebijakan yang berbeda.

● Berapa uang bulanan yang dikasih dari pemerintah rusia tiap bulannya ?

Subsidi berupa monthly stipend / uang bulanan besarnya bervariasi mulai dari 1800 – 5000 Rubel.

● Diperbolehkan kah awardee untuk membawa istri/suami?

Silahkan membawa pasangan. Perihal prosedurnya silahkan kontak langsung konsuler Rusia di Jakarta.

● Sebagai pelajar, apakah di Rusia diperbolehkan untuk bekerja part-time seperti berbisnis? Dan biasanya apasih contoh kerja part-time yang biasa di lakukan pelajar di Rusia?

Pada dasarnya kerja di part time tidak jadi masalah, ada beberapa mahasiswa asing yang bekerja disini. Akan tetapi yang jadi masalah adalah kefasihan kita dalam berkomunikasi dalam bahasa rusia dan waktu yang tersedia. Pernah ada mahasiswa indonesia yang bekerja, dia sulit mengatur waktu alhasil kuliah jadi berantakan. Bukankah itu bukan tujuan kita keluar negeri?.

Namun, ada beberapa kasus tentang mahasiswa yang bekerja part time. Beberapa kampus memiliki peraturan yang sangat ketat, apabila ketauan mahasiswa tersebut bekerja maka ia bisa di deportasi. Akan tetapi, kampus sering ada kegiatan dan butuh volunteer. Bisa apply volunteer dan dapat sedikit tambahan. Untuk mahasiswa S2 atau S3 bisa jadi research assistant professor. It’s a paid legal job.

Saran kami, jika ingin berpenghasilan selama kuliah. Bisa di lakukan di online dengan aktif bekerja sebagai freelancer. Cari sendiri yah info freelancernya.

 

Read More »

Everything Alright

 

sumber: http://www.jeremyperson.com

 

Kamu mau menangis? Kenapa harus menangis? Apa benar-benar hal itu membuatmu menangis begitu sesaknya?, tanyaku. Aku tak memperoleh jawaban yang pasti yang keluar dari bibirmu. Aku bukan paranormal yang bisa dengan mudahnya tau sebabmu menangis. Tapi aku sadar, kehadiranku tak memberikan dampak apa-apa pada air matamu.

Pada hari itu kamu bercerita tentang mimpimu yang begitu besar, mimpi yang mengalahkan lingkunganmu. Mati – matian kamu dibuatnya. Aku mendengarkan dengan penuh penghayatan, aku bisa merasakan kamu akan meraihnya, segera.

*****

Berkemas dengan tergesa-gesa. Waktu sudah menunjukan pukul 02.00 dini hari. Suasana masih sibuk dengan kalelawar yang sedang bertarung dengan cahaya lampu penerangan jalan. Kamu pun tak mau kalah bertarung dengan semakin sempitnya ruang waktu diantara kita yang terkuras. Itu juga menandakan bahwa aku akan segera tak bisa memandangmu secara langsung. Mungkin hanya bertatapan lewat layar kaca. “Duhh…sedih sih sebenarnya, tapi semoga ini yang terbaik yaa”, ucapku dalam hati.

Ternyata bukan kamu saja yang sibuk ketika itu, ibu, bapak, keluarga dan sahabat juga. Mereka sibuk untuk menyemangati dan mendoakanmu dengan segala keyakinan bahwa kamu baik-baik saja diperjalanan dan di destinasi. Jam sudah semakin dekat dengan Estimated Time Departure (ETD) pesawat, tepatnya dua jam sebelum keberangkatan. Kamu memutuskan untuk masuk keruang yang aku dan keluarga tak boleh masuk. Ruang counter check in. Aku melihatmu dengan jelas, ibu berjalan menghapirimu, tak seperti biasanya. Beliau terlihat sedih. Wajar saja anaknya akan pergi dalam waktu yang cukup lama. Kamu peluk ibumu dengan terharu. Tapi rasa tegar itu terlihat dusta, aku tau kamu sedih tapi kamu berusaha menyimpan rasa itu. Kamu masih tidak percaya bahwa momen ini akan terjadi dalam hidup. Detik-detik yang akan menjadi langkah awal goresan prestasi.

 

Bersambung…