Pengalaman Ber-Commuter Line Ria

Kereta Listrik atau KRL sekarang memiliki wajah baru. Banyak perubahan di hampir semua bagian. Perubahan untuk lebih baik. KRL Commuter Line itulah nama baru saat ini. Kereta Listrik yang melayani sejumlah kota yang tergabung dalam satu, JaBoDeTaBek.

KRL Commuter Line merupakan transformasi dari Kereta Listrik ‘biasa’ menjadi ‘luar biasa’. Istilah commuter line menurut saya berasal dari rutenya, yaitu muter – ‘ko muter’ hahaha Namun, memang benar, commuter line melintasi jalur yang berliku, tapi tetap terorganisir baik dengan stasiun manggarai sebagai centralnya.

Peta Rute Loopline KRL
Peta Rute Loopline Commuter Line

Itulah sekilas pendahuluan KRL Commuter Line. Saya ingin berbagi pengalaman saya ketika menggunakan sarana transportasi massal ini. Dahulu saya pernah naik KRL, KRL tersebut berjenis ekonomi. Padat, sumpek, waspada dan tidak nyaman. Memang karena harganya sangatlah murah, sekitar Rp 1.500 !. Murah banget kan? Jadi, wajarlah kalau kondisinya seperti itu.

Kini, semua kereta ekonomi dihapuskan mulai tanggal 25 Juli 2013 dan digantikan dengan KRL AC. Keputusan penghapusan ini banyak yang kontra mengingat sudah diperhitungkan dengan harga Rp 1.500 tersebut apabila berpergian memakai KRL. Namun, apa daya masyarakat pemerintah melakukan kebijakan, walau ditentang lambat laun masyarakat tetap setuju. Apalagi “atapers” julukan penumpang yang hobinya duduk di atap krl, pasti mereka merasakan dampak yang signifikan.

Saat ini, Commuter Line menggunakan kebijakan hebat. Pemberlakuan tarif parsial, yaitu tarif sesuai dengan jarak tempuh per 3 stasiun Rp 500,- Tentunya tarif ini disubsidi. Terobosan ini sangat bagus karena disesuaikan dengan jarak tempuh penumpang.ย Kemarin, sabtu 10 Agustus 2013 saya pergi ke Bojong Gede menggunakan KRL Commuter line dari stasiun Pasar Minggu Baru hanya dikenakan harga Rp 3000 yang seharusnya lebih dari 6.000. Lumayan ๐Ÿ™‚

Silahkan download tarif parsial lengkap disini.ย 

Namun, bagaimana dengan pelayanan dan kenyamanannya?

Perjalanan berangkat menuju Bojong Gede sangat nyaman meskipun tak dapat tempat duduk, penumpang terbilang bersahabat karena sepi, pendingin udara pun dengan mudahnya dirasakan sampai kulit dan tidak berbau yang tidak sedap. Apa karena saya berangkat malam, sekitar jam 20:00 ?

Perjalanan pulang sebaliknya, kereta tidak begitu nyaman. Pendingin udara hanya mengeluarkan udara saja tanpa efek dingin, jendela ada yang terbuka, penumpang ramai tapi tetap terkendali. Saya berangkat jam 15:00 ๐Ÿ˜€

Dari kondisi diatas, perusahaan – PT KAI COmmuter Jabodetabek, harus membenahi armada keretanya. Lebih teliti dalam melakukan pengecekan berkala terhadap kondisi terkini armada.

Bagaimana dengan kondisi stasiun?

80% bersih dari pedagang. Karena masih ada beberapa pedagang yang nekat berdagang di stasiun, meskipun di luar pintu keluar/masuk tapi masih dalam areal stasiun, contoh stasiun bojong gede. Kebersihan stasiun pun kurang terawat dengan baik, banyak sampah berserakan terutama di daerah loket, banyak sampah bekas receiptย pembayaran tiket. Kalau toilet saya belum pernah mencobanya.190647_pedagang-di-stasiun_663_382

Selain, terobosan didalam tarif, PT KAI Commuter Jabodetabek juga melakukan inovasi melalui tiket. Dahulu tiket berupa kertas sekarang berupa kartu berchip. Terobosan ini pun banyak menuai masalah, terutama sekitar 700 ribu tiket hilang dan diperkirakan rugi hampir Rp 3 miliyar ! Kenapa bisa hilang? karena penumpang tidak menyerahkan kembali tiketnya pada saat keluar stasiun ! banyak penumpang yang keluar melalui jalan yang tidak semestinya. Dan ternyata ada yang dijadikan ‘souvernir’ tiketnya. Info lebih lanjut tentang hilangnya tiket bisa dibaca diย http://finance.detik.com/read/2013/07/07/143542/2294882/4/tujuh-ratus-ribu-tiket-elektronik-krl-hilang-ini-tanggapan-bos-pt-kai

Dari pengalaman diatas, saya berkesimpulan KRL lebih baik dari yang lalu, tapi harus tetap berinovasi dan membuat penumpang nyaman. Nilainya 75. ๐Ÿ™‚

Bagaimana pengalaman anda?

image source :

http://log.viva.co.id/news/read/387192-nasib-pedagang-di-stasiun-kereta-se-jabodetabek

http://www.krl.co.id

Advertisements

2 thoughts on “Pengalaman Ber-Commuter Line Ria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s