Pemimpin = Leader = We

1378782_664684010208560_40242586_n

Pemimpin identik dengan jabatan? Sebenarnya tidak juga. Pemimpin adalah seorang yang mampu memimpin dirinya dan tentunya ornag lain sebagai nilai plus. Dalam lingkup terkecil, pemimpin rumah tangga – ayah – itu disebut sebagai pemimpin. Intinya pemimpin adalah seorang yang menjadi titik tertinggi atau titik keputusan suatu lingkupan masyarakat.

Namun, adakah bedanya pemimpin dan pimpinan?

Dalam suatu acara yang digelar oleh Kopertis III (koordinasi perguruan tinggi swasta )wilayah III lalu di hotel Jambu Luwuk, Bogor. Dapat ditarik kesimpulan bahwa kedua hal tersebut hampir sama tapi berbeda. Di dalam pimpinan terdapat seorang pemimpin. Jadi, bisa dibilang kalau pemimpin dan pimpinan berbeda.

Workshop pengembangan kepemimpinan mahasiswa yang diselenggarakan oleh Kopertis pada bulan Oktober lalu merupakan acara yang bagus. Saya berkesempatan dapat mewakili kampus saya dalam acara tersebut. Sekitar 39 mahasiswa dari 39 kampus hadir dalam workshop tersebut. Sungguh suatu jalinan network yang baik untuk peningkatan ketrampilan kepemimpinan. Satu kampus mengirimkan delegasi masing masing. Jadi, mau tidak mau mahasiswa yang pendiam harus menjadi aktif. Ya memang semua peserta adalah mahasiswa yang bergelut dikelembagaan kampus, ada Presiden Mahasiswa, Ketua Himpunan Mahasiswa, Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa dan utusan organisasi lainnya.

Acara tersebut berlangsung cukup singkat, hanya dua hari, sabtu-minggu. Kami disiapkan dalam rangka menuju Indonesia Emas, yaitu pada kemerdekaan Indonesia yang ke 100 – 2045. Dan dalam program jangka pendek, persiapan menuju ASEAN 2015. Semua materi dikemas dengan sangat apik untuk menjunjang hal tersebut. Salah satunya, kami menyebutkan salah satu karakter seorang pemimpin. Dan bisa dilihat di foto diatas.

Kami yang menyebut, kami pula yang harus menanamkan karakter-karakter tersebut kedalam diri kami. Karena kami generasi penerus bangsa yang kelak akan memimpin negara ini. Aaminn..

Peranan mahasiswa memang tak dapat dipungkiri menduduki posisi sentral di tatanan berbangsa bernegara. Jadi mahasiswa juga hanya satu kali. S2 bukan lagi sebagai mahasiswa tetapi pasca sarjana, oleh karena itu harus dinikmati dan dimanfaatkan jabatan sebagai agent of change. Bagaimana caranya, ikut aktif di organisasi baik internal ataupun eksternal kampus.  Hidup Mahasiswa !

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s