Menjadi Tamu Pendidikan di Negeri Beruang Merah (Bagian II)

Tulisan ini merupakan bagian kedua dari tiga tulisan yang menjelaskan step by step menempuh pendidikan di Rusia dengan jalur beasiswa Pemerintah Federasi Rusia. Jika kamu belum baca bagian pertamanya, silahkan baca  Menjadi Tamu Pendidikan di Negeri Beruang Merah (Bagian I). Sudah kan dibaca. Oke kita masuk ke bagian kedua, yaitu tahap dimana kamu sudah hampir menjadi bagian dari Persatuan Pelajar Indonesia di Rusia atau PERMIRA. Tahap kedua ini setelah pengumuman penerimaan beasiswa sampai dengan keberangkatan. Setiap penerima ada yang berbeda tapi secara umum seperti yang akan saya share. Yuk Kuliah di Rusia.

sumber : http://www.globeoverseas.in/images/study-abroad-russia.jpg
sumber : http://www.globeoverseas.in/images/study-abroad-russia.jpg

Let’s begin.

Setelah kamu dinyatakan sebagai salah satu penerima beasiswa oleh pihak Pusat Kebudayaan Rusia, biasanya pengumuman via email tapi untuk interview mereka memberi tau via telepon. Jadi siapkan handphone pada bulan interview. Pada tahap ini, kamu akan di sibukan dengan persiapan keberangkatan seperti dokumen-dokumen yang harus di legalisir, booking tiket pesawat, buat visa dan ada acara persiapan keberangkatan yang di adakan oleh PERMIRA ataupun Pusat Kebudayaan Rusia.

Penantian pertama setelah dinyatakan sebagai awardee adalah universitas yang akan menjadi tempat belajar kita. Pada saat formulir aplikasi beasiswa, kita diberikan 6 pilihan universitas dengan kategori jurusannya. Tetapi kita tidak tau dimana kita akan diterima. Indikator penerimaan mahasiswa pada suatu universitas saya juga kurang paham, saya kira melalui dokumen-dokumen persyaratan seperti nilai, proposal riset, dan motivation letter. Alhamdulillah ketika itu, saya dapat di pilihan pertama. Kepastian dapat universitasnya tidak ada yang tau, ada yang sangat cepat ada yang sangat lama, jadi satu angkatan belum tentu berangkat bareng semua. Singkat cerita (seandainya realita juga dapat di singkat), sudah dapat universitas baik itu Training Faculty (kelas bahasa) maupun Degree.

Karena Indonesia dan Rusia belum ada Nota Kesepahaman di bidang pendidikan, maka lulusan sekolah Indonesia yang mau melanjutkan pendidikannya di Rusia harus melegalisir ijazah dan transkrip nilai pada kementrian hukum dan HAM, kementrian luar negeri dan konsuler federasi Rusia di Jakarta. Gimana maksudnya sih? Emang buat apa dilegalisir ? Mau kerja keless pake legalisir segala haha.

Gini, dokumen yang dilegalisir ini kamu gunain untuk daftar sebagai mahasiswa di institusi pendidikan a.k.a universitas di Rusia. Sebagian besar mereka ngak nerima ijazah/transkrip berbahasa Indonesia, hanya mau bahasa Inggris dan Rusia. Jadi kita ngak bisa bawa ijazah asli doang, harus ada terjemahannya dan di legalisir artinya di buktikan bahwa terjemahan ini sama dengan aslinya.

Berarti tahapan pertama adalah terjemahin dokumen ke bahasa Inggris di Penerjemah tersumpah, ngak boleh terjemahin oleh google yaa hehe. Proses ini memakan waktu sekitar 3 hari kerja dengan biaya Rp 50.000/lembar (berdasarkan pengalaman).  Atau cap notaris jika ijazah kamu dual language. Kemudian, dokumen tersebut kita proses ke Ditjen AHU KEMENKUMHAM yang terletak di Jl Rasuna Said. Saya coba jelaskan detail untuk proses ini, karena saya yang jadi kordinator dokumen pada saat itu, jadi tau lah celah-celahnya.

1. Ditjen Administrasi Hukum Umum (AHU) Kemenkumham.

Untuk legalisasi di kemenkumham kamu siapkan ;

  • Map warna kuning
  • Dokumen yang ingin dilegalisasi (Ijazah dan Transkrip)
  • Fotokopi KTP
  • Materai 6000 per dokumen, ijazah dan transkrip = 2 dokumen, jadi dua materai.

Sudah siap dokumennya, sebelum datang ke gedungnya, lebih baik daftar online dulu untuk dapat nomor voucher. Daftarnya di web https://ahu.go.id/ pilih SIMPHADU akan muncul halaman seperti ini, pada kolom pelayanan jasa umum isikan Perdata Hukum dan Legalisasi Tanda Tangan yang Tercantum dalam Dokumen (liat gmbar). Lengkapi nama, email dan nomor HP. Setelah itu kamu akan dapat nomor voucher dan CATAT.

ahu kemenkumham

Nomor voucher tersebut kita gunakan untuk membayar biaya legalisasi sebesar Rp 25.000 / dokumen di Bank BNI. Tenang aja, ngak perlu repot cari counter BNI karena di sebelah counter pelayanan terdapat counter BNI, jadi langsung bayar di satu area.

Oke, kamu udah dapat nomor voucher, kamu proses ke counter AHU untuk cek dokumen dan kelengkapannya, setelah beres dokumen beserta syaratnya, kamu bayar di counter BNI dan kasih bukti pembayarannya ke counter AHU kembali. Proses selesai, menunggu 3 hari kerja untuk hasilnya. Senyumin aja pas di counter AHU, jutek mba-mba cantiknya. Cantik sih tapi jutek hahaha

Pada saat waktu pengambilan dokumen, jangan lupa CEK Cap dan TTD pejabat bersangkutan. Suka lupa – Manusia.

2. Kementrian Luar Negeri

Legalisasi tahap kedua adalah KEMLU. Setelah dapat dokumen dari AHU, sekarang kita urus lagi ke tempat kedua. Di KEMLU tidak seketat AHU yang harus ada surat kuasa kalau bantu temen. KEMLU lebih mudah dan murah prosesnya. Apa aja yang harus kita siapkan?

  • Dokumen hasil legalisir Ditjen AHU KEMENKUMHAM
  • MAP
  • Fotokopi KTP
  • Formulir Permohonan Legalisir (diberi petugas)

Pada saat kedatangan, kita akan di kasih formulir permohonan legalisasi, isi saja dengan pulpen atau pensil, kalau lupa bawa pinjam sama petugasnya. Setelah di isi dan ambil nomor antrian. Kita akan duduk menunggu. Jika saatnya tiba giliran menuju counter, serahkan dokumen yang sudah dipersiapkan sebelumnya dan uang tunai untuk pembayaran, biayanya Rp 10.000 / dokumen. Proses legalisasi KEMLU lebih cepat sekitar 2-3 hari kerja.

Setelah selesai dan kelar urusan di instansi pemerintah. Selanjutnya adalah KONSULER Rusia Jakarta. Kita tidak perlu repot ke KONSULER karena akan di bantu oleh pihak Pusat Kebudayaan Rusia. Jadi tinggal kasih dokumen yang sudah di legalisir dan uang dolar sekitar…. (saya lupa, mohon maaf). Proses sekitar 4 hari.

Alhamdulillah, proses legalisasi yang panjang akhirnya rampung. Seluruh tahapan memakan waktu kurang lebih 2 minggu. Simpan baik-baik dokumen legalisirnya. Ngak lucu kan sampe di Rusia balik ke Indonesia lagi hanya untuk mengurus dokumen legalisir ulang karena hilang atau rusak.

Saya rangkum dokumen apa saja yang harus dibawa ke Rusia ketika berangkat. Ada tiga kelompok dokumen yang harus kamu bawa.

Kelompok I :

  • Ijazah & Transkrip ASLI Universitas
  • Medical Certificate ASLI
  • Passport ASLI
  • Kartu ATM & Buku ASLI
  • Foto ASLI (yaiyalah) dengan berbagai ukuran model VISA 4×6, 3×4, 2×3 sebanyak masing-masing 20 lembar.

Kelompok II :

  • Dokumen Terjemahan ke BAHASA RUSIA yang sudah di CAP KONSULER Rusia. Dokumen ini adalah dokumen persyaratan yang kamu kirim pertama kali, dan langsung di proses ketika kamu terpilih sebagai penerima beasiswa. Jadi ngak perlu pusing atau bertanya “Perasaan kita ga ngurusin terjemahan rusia deh”. Iya memang benar.
  • Dokumen ini dibawa oleh masing-masing penerima beasiswa ketika berangkat.

Kelompok III :

  • Dokumen (Ijazah & Transkrip) Legalisir yang sudah kita urus di KEMENKUMHAM, KEMLU dan Konsuler.

Saya merapikan dokumen-dokumen itu menggunakan documen holder dengan plastik. Supaya ketika dibutuhkan kita tidak pusing mencari dimana letak dokumen itu. Bawa juga sertifikat-sertifikat penghargaan asli kamu atau dokumen lainnya yang kamu pikir perlu.

Dokumen Rapi kan. Nah sekarang ngapain lagi?

Dari pengumuman penerimaan sebenarnya kita menunggu sesuatu hal. Visa information number !. Nomor ini digunakan untuk membuat visa, tanpa ini kita tidak mungkin bisa membuat visa dan otomatis tidak bisa masuk ke Rusia. Berapa lama? Hanya Tuhan dan Kementrian pendidikan Rusia yang tau.

Singkat cerita sudah dapat visa info number, sekarang apa? Sekarang isi formulir di https://visa.kdmid.ru/ Penjelasan isian biasanya dijelaskan pada saat pengarahan penerima beasiswa oleh Pusat Kebudayaan Rusia, jadi nanti tolong di simak yah karena saya tidak akan share disini, disana cukup jelas.

Kita masih belum bisa apply visa ketika nomor telex dari kementrian pendidikan Rusia belum ada untuk kita. Jadi menunggu lagi deh. Singkat cerita lagi, telex sudah ada. Kita apply dan bayar uang visa student single entry sebesar $ 50. Proses pembuatan visa antara 4 – 20 hari, kemarin saya sekitar satu minggu.

Masih adakah proses yang belum dilakukan? Masih, beli perlengkapan winter !. Biasanya setiap tahun calon mahasiswa Indonesia yang akan kuliah di Rusia akan datang sekitar bulan September – November. Bulan – bulan tersebut lagi dingin-dinginnya, jadi jangan cari perkara, siapkan winter coat yang bagus. Letakan coat itu di tas kabin, supaya sampai bandara Moscow dapat langsung dipakai, ngak perlu repot bongkar koper.

Nantikan bagian ketiganya Pre-Flight (pembelian tiket pesawat) dan ketibaan di Rusia. 🙂

note. ini bukan official information dari kedubes Rusia ya dan ini tulisan formal kuliah di Rusia belum pengalaman nyata selama proses mendapatkannya serta kepergian selama 3 Hari 2 Malam, Jakarta – Saint Petersburg ckck Tunggu ya masbro dan mbabro.

Advertisements

12 thoughts on “Menjadi Tamu Pendidikan di Negeri Beruang Merah (Bagian II)

  1. assalamualaikum kak perkenalkan saya safira. mau bertanya kak, untuk dana bantuan pendidikan selain beasiswa pkr apakah ada peluang lain? bikin proposal beasiswa ke instansi lain atau beasiswa di universitasnya? dan kaka ada beasiswa/sponsor lain yg diterima selain pkr kah? terimakasih

    • Waalaikumsalam wr wb
      Ada peluang lain kok, kamu bisa kirim proposal pendidikan ke pemerintah daerah, lembaga pemberi beasiswa, dan perusahaan. Iya saya dapat dari sponsor lain juga, dari instansi pemerintahan dan swasta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s