Pencarian Itu Selesai

Setelah memutuskan untuk menunda kuliah Master di Rusia akhirnya saya memulai profesi baru, yaitu Job Seeker. Ngak mudah menjalani profesi itu, butuh mental dan fisik yang kuat (duilehh). Menurut BPS Febuari 2017, sekitar 7 juta orang menganggur  di Indonesia kini. Mungkin saya salah satu dari angka itu walaupun ngak merasa di survey oleh BPS haha.

Berbeda sekali rasanya ketika saya memegang Ijazah SMK dan melamar kerja, ketika itu satu kali lamar dan langsung diterima. Namun, ketika Ijazah Sarjana keadaan berbalik. Rasanya sulit sekali mendapatkan pekerjaan yang saya inginkan.

Berbagai macam bentuk penolakan saya sudah terima, bermacam tes saya jalani, sampai akhirnya saya diterima di perusahaan Jepang sebagai Software Engineer. Jadi, bagaimana saya menjalani proses berliku tersebut?

Saya mendarat di Indonesia dari Rusia sekitar bulan Desember akhir. Saya tidak langsung menyerbu situs-situs lowongan kerja, istirahat dulu lah, tenangin pikiran. Saya tidak ingat dengan jelas perusahaan mana yang pertama saya tanamkan benih. Ada satu perusahaan psikologi, saya dipanggil interview dan langsung mendapatkan offering dari perusahaan tersebut. Lokasinya jauh dari rumah, sekitar 1 jam lebih perjalanan menggunakan motor dikala macet. Gaji yang ditawarkan pun sebanding dengan beban pekerjaan yang saya terima. Kerjaannya ngak susah banget sih, edit website dan bikin desain proposal.

Saya tidak serta merta menerima penawaran itu, saya hold dulu sampai besok. Kurang beruntungnya, keesokan harinya saya ada pertemuan di @america, pusat pendidikan dan kebudayaan Amerika Serikat. Alhasil telpon dari perusahaan saya “sengaja” tidak terima. Padahal emang saya putuskan untuk tidak menerima offer setelah berdiskusi dengan orang tua.

Oke, offering letter pertama saya tidak ambil karena beberapa alasan.

Setelah itu, saya teringat proposal research S2 saya yang lalu, yaitu terkait dengan upaya peningkatan keamanan untuk masyarakat melalui teknologi. Berarti smart city nih konsepnya. Saya skip pencarian kerja yang menghasilkan gaji, saya putar arah ke permohonan intership di lembaga-lembaga smart city seperti Jakarta Smart City, Open Government, dan KEMKOMINFO RI.

Ketiga lembaga itu mengacuhkan saya, huhh. Eh sebentar, sekitar satu atau dua bulan setelahnya saya terima email dari Jakarta Smart City (JSC), email berisikan panggilan interview. Tanpa berpikir panjang saya jawab panggilan tersebut dengan berkunjung ke Basecamp mereka di Balaikota. Meskipun saya sering ke Balaikota, tapi baru pertama kali ke lt.3 yang jadi markasnya para anak muda jenius. Saya di interview sama kepala IT Dev, Mas Praw. Doi kerennya gokil, jadi juri di NextDev Telkomsel, Mentor 1000 Startup, masih muda tapi belum nikah.

Saya internship selama kurang lebih 3 bulan sebagai System Analyst. Kerjaannya bikin technical document termasuk DFD, UML, dan sesekali rapat dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Selama internship, persahabatan terjalin dengan Ramadhan dan Dimas. Mereka membuat saya sadar, betapa pentingnya mendekatkan diri kepada Allah dan membiasakan sholat di awal waktu. Hampir setiap hari kerja, kami selalu mendengar adzan di dalam masjid, bukan di kantor atau di luar. Semoga Allah senantiasa menjadikan mereka penghuni kenikmatan surga yang hakiki. Bulan Mei pertengahan waktu untuk berpisah dengan JSC, see you on top lah.

Semenjak pengalaman JSC saya tempatkan di Curriculum Vitae, panggilan interview membabi buta. Saya terima panggilan dan saya ikuti rangkaian interview serta tes psikotes dan tes bidang. Total kurang lebih 150 perusahaan saya lamar via jobstreet, jobs.id, karir.com, indeed.com, dan direct email. Bahkan saya pernah kirim lamaran via pos ke Subang !

Dari proses rekrutmen ini saya bisa sekilas menganalisa tentang bagus atau ngaknya suatu perusahaan. Menurut saya perusahaan yang bagus akan memperhatikan karyawannya mulai dari sebelum menjadi karyawan sampai tidak menjadi karyawan. Sudah banyak saya menjalani proses seleksi, tetapi ada dua perusahaan yang begitu memanjakan calon karyawannya. Harian Kompas dan PT Sakura System Solution.

Di Harian Kompas, posisi yang dilamar adalah Junior Web Programming. Tes pertama merupakan tes bidang, saya diperintahkan untuk membuat aplikasi sederhana submit tulisan oleh wartawan. Tes tersebut dilakukan selama full day dengan jeda sholat Jumat. Sebenarnya sih bukan hari jumat, karena hari dimana di undang saya berhalangan hadir dan saya meminta jadwal ulang. For the first time in my journey of job seeking, saya dapat makan siang ! hahaha Sebagian besar tes yang saya lakukan adalah full day, tetapi baru kali ini makan siang disiapkan dari perusahaan. Itu penilaian subjektif pertama karena makan siang hahaha. Penilaian kedua, semua pencari kerja sangat menantikan keputusan dari perusahaan target apakah lamarannya diterima atau tidak. Hampir seluruh perusahaan apabila tidak meloloskan kandidat, mereka tidak akan mengabarkan apapun hanya mendiamkan kandidat (PHP istilah bekennya). Berbeda dari lainnya, Kompas memberikan respon terhadap hasil tes saya. Walaupun gagal, saya tetap senang karena diberitahukan. Dan itu memberikan kepastian hati.

Tes dan wawancara di perusahaan lain bergantian saya ikuti dengan harapan ada yang cocok walau hanya satu. Sampai akhirnya, ada perusahaan yang tidak terlalu terkenal mengundang saya untuk wawancara dan aptitude test. Kebiasaan saya walaupun saya tidak terlalu semangat bekerja di suatu perusahaan, saya pasti selalu mengusahakan untuk datang memenuhi undangan wawancara ataupun tes. Hanya sekadar menghargai HRD yang sudah membaca CV saya.

Demikian juga dengan PT. Sakura System Solution. Tes logika matematika, psikotes dan wawancara. Satelah selesai mengerjakan semua tes, saya diminta bertemu dengan perwakilan perusahaan terkait hal teknis. Perbaikan tes logika matematika, saya masih ada yang keliru beberapa soal. Oke, selesai. Saya juga lampirkan koding java tentang piramida angka. Setelah itu wawancara, interview going well. Saya pulang. Sesampainya dirumah, saya ditelpon oleh perusahaan bahwa harus ke kantor kembali. Wah pikir saya pasti ditanya tentang koding atau semacamnya, ternyata tes logika matematika ada yang terlewat. Saya disuruh untuk menyelesaikan sekitar empat soal. Hadehhh. Buru-buru pergi ke kantor cuma buat nyelesain jawaban. Oh my God.

Sekitar kurang dari satu minggu, saya ditelpon oleh mereka yang menyatakan bahwa saya lulus tahap pertama. Yosh!. Bersama 14 orang lainnya yang sebagian besar mereka rekrut melalu kampus yang ada di Provinsi Banten (karena nanti ditempatkan di Cilegon) saya mengikuti seleksi kedua, yaitu pelatihan dasar pemrograman selama 5 hari. Lima hari tersebut, kami dilatih LOGIKA dan FEEL CODING. Sebenarnya anggapan awal adalah membuat aplikasi java dalam satu tim. Trainernya gokil, bikin “laper”, laper akan soal logika haha.

Dua hari setelah usai, saya dikabari bahwa saya lolos seleksi tahap kedua bersama 8 orang lainnya. Yosh!.  Kami mengikuti pemusatan latihan kembali di Jakarta dengan materi Exam Preparation untuk Java SE 7 Certification. Ini baru ngoding, 100 % kami bekerja di layar komputer bukan di lembaran HVS seperti sebelumnya. Dari 8 orang dipilih 6 orang untuk interview, Alhamdulillah saya menjadi bagian dari 6 orang itu. Yosh!.

Saya pernah bertemu mahasiswa Indonesia di Rusia yang gokil wawasan dan inspiratifnya. Saya ngak sebut yah, nanti dia baca dan ke geeran haha. Beliau menyarankan bahwa dalam belajar saya harus berlari dari kelas. Apabila di kelas sedang membahas bab 2, saya sudah harus menguasai sampai bab 5. Itulah yang saya coba terapkan selama kedua tahap penyeleksian itu dan saya terapkan juga pada penyeleksian akhir. Bagi saya, persiapan yang baik akan selalu menghasilkan yang baik. Saya teringat perkataan mantan presiden Amerika Serikat yang selalu saya keluarkan ketika menjadi narasumber.

Jika saya diberi waktu 6 jam untuk menebang pohon, akan saya gunakan 4 jam pertama untuk mengasah kapak. – Abraham Lincoln –

Waktu interview tiba, saya di wawancara oleh 4 orang Jepang dan 1 Indonesia. Kami berdiskusi menggunakan bahasa Inggris. Saya persiapkan kemungkinan-kemungkinan pertanyaan dan model jawaban yang harus saya berikan. Alhamdulillah, wawancara berjalan lancar. Tidak ada kendala serius.

Esok hari adalah hari menebarkan karena mereka bilang akan dikabarkan secepatnya dan berdasarkan pengalaman pengumuman kelulusan paling lama dua hari. Benar saja dugaan saya, hanya butuh waktu semalam untuk berunding dan memutuskan siapa yang akhrinya diterima kerja di Krakatau Nippon Steel Sumikin sebagai Software Engineer. Ketika itu, sehabis sholat Dhuha dalam keadaan membaca Al Quran. Handphone berdering kecang dari nomor tak dikenal. Saya terima dengan suara yang familiar di telinga saya. Yup. That was them. Dengan kuasa Allah pencarian panjang kerja dan proses seleksi yang ketat ahirnya saya diterima menjadi anggota tim. Alhamdulillah.

Apasih sebenarnya yang bisa saya ambil pelajaran dari proses pencarian kerja ini. Kita sebagai Hamba Allah a.k.a manusia hanya bisa merencanakan dan berusaha. Allah lah yang akan menentukan jalan selanjutnya. Ikhtiar, doa dan penyerahan sepenuhnya kepada Allah itulah ternyata yang akhirnya menampar saya menjadi sadar bahwa sudah sedari dulu saya berubah. Dahulu saya bergerak hanya sesuai rencana dan keinginan sendiri tanpa melibatkan Allah dalam setiap aktivitas. Semenjak suatu kejadian yang tidak bisa saya ceritakan disini, dan pengalaman spiritual selanjutnya saya diperingatkan oleh Sang Pencipta bahwa I was wrong. Saya selalu melakukan apa yang saya ingin lakukan dengan ditambah sedikit doa. Kini, saya lakukan semua rangkaian pencarian kerja dan mudah-mudahan sampai aktivitas lainnya selalu tiga hal, yaitu berusaha, berdoa dan berserah diri.

Ketika rencana kita ngak berjalan sesuai harapan, percayalah bahwa ada rencana yang lebih baik menunggu kita. Rencana yang dibuat oleh Sang Perencana Terbaik, ialah Allah.

 

*Update

Ketika sudah menjadi 3 orang yang lolos menjadi member baru di Sakura, saya mendapat penawaran menarik dari perusahaan lain, anak perusahaannya salah satu BUMN. Lokasi penempatan di Jakarta. Namun, setelah perundingan cukup alot antara saya, orang tua dan Tuhan. Akhirnya kami memutuskan tetap di koridor sakura.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s