Intermezo

Tak ada salahnya punya mimpi yang tertunda. Selama mimpi itu terus bersemayam dalam kalbu, ia tak akan terusir dengan mudahnya dari ingatan. Meskipun ada saat-saat sekejap ketika melihat atau membaca yang berhubungan dengan mimpi itu agak sedikit ‘ngiri’ dan bilang dalam hati ‘seharusnya gue disana’. Sepertinya kita akan bertemu dilain waktu. Meski hanya sekadar berkunjung ke teman-teman yang sempat dikenal.

Sekarang, saya mah berbenah diri dulu. Siapin amunisi terbaik. Buat melamar kamu. Iya kamu University of Oxford hahaha

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s